PENGUMUMAN:

Selasa, 24 Desember 2013 | Pengumuman Hasil Test CPNS 2013
Detail Cantuman Berita
Berita Lainnya | Tampilan Siap Cetak

Konvensi Nasional RSKKNI

Kamis, 12 Januari 2012

Jakarta—Harapan pustakawan untuk lahirnya sebuah Standar Kompetensi Nasional Pustakawan semakin mendekati kenyataan, hal ini ditindaklanjuti dengan diselenggarakannya Konvensi Nasional Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI), Sektor Kebudayaan, Hiburan dan Rekreasi Bidang Perpustakaan, Kamis (12/1) bertempat di Hotel Menara Peninsula Slipi, Jakarta.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris utama H. Dedi Junaedi, mengatakan bahwa konvensi ini merupakan salah satu tahapan penting yang harus dilalui untuk lahirnya Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi pustakawan. Standar kompetensi ini sangat ditunggu kehadirannya, karena akan menunjang profesionalitas pustakawan dalam mempertahankan eksistensinya dalam mengawal kemajuan dan pengembangan perpustakaan di Indonesia.

Sementara Aris Hermanto dari Kemenakertrans memaparkan bahwa untuk membuat SKKNI ada langkah-langkah berkesinambungan yang harus dilalui, meliputi pemetaan kebutuhan, perumusan standar, verifikasi, pra konvensi, verifikasi kembali, konvensi, penetapan, penerapan, dan kaji ulang. Proses ini akan terus berulang mengingat kebutuhan dari sebuah standar kompetensi profesi akan terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Narasumber lainnya Slamet S. Garda dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjelaskan bahwa Standar Kompetensi bermanfaat untuk menjamin bahwa kompetensi seseorang di bidang tertentu masih terpelihara. Standar kompetensi jangan dijadikan momok yang ditakuti. “Uji kompetensi tidak memvonis seseorang jika dia sudah tidak pada posisi kompeten untuk tidak berprofesi pada posisi tersebut tetapi untuk dibina supaya dapat kembali pada posisi kompeten,” ujar Slamet.

Peserta konvensi nasional RSKKNI ini adalah masyarakat profesi pustakawan yang terdiri dari pengguna tenaga kerja, akademisi, praktisi, lembaga diklat, asosiasi profesi, asosiasi industri, pakar, pemerintah dan tim teknis. Proses konvensi ini sendiri dibagi atas sidang pleno dan sidang kelompok. Ketua sidang pleno Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan H. Bambang Supriyo Utomo menyampaikan pentingnya agar sidang pleno ini menghasilkan konvensi RKKSNI dan jangan berharap konvensi ini menghasilkan standar kompetensi yang sempurna ”ibarat emas cukup emas 18 karat tidak perlu yang 24 karat” ujar Bambang berkelakar.

Sidang kelompok dibagi menjadi dua kelompok. kelompok 1 melakukan pembahasan unit-unit kompetensi umum dan khusus dan kelompok 2 melakukan pembahasan unit-unit kompetensi inti. Hasil dari pembahasan tersebut selanjutnya dipresentasikan pada sidang pleno konsensus. Hasil dari konvensi selanjutnya akan dibakukan dan diberi kodifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi kemudian disampaikan kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk ditetapkan.***

Sumber: Raditya

FOTO TERKAIT :

- Diinput Oleh 196808201994031001 Pada 01-Feb-2012 13:52

  Tanggapan Berita Ini

Nama *



Email *


Beri Tanggapan Anda *


Kode Verifikasi *


CAPTCHA



PETUNJUK MENGISI FORMULIR :
  • Gunakan tombol TAB pada keyboard Anda untuk berpindah ruas
  • Ruas-ruas bertanda * harus diisi
  • Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan untuk menjaga kerahasiaan
  • Pengetikan tag HTML tidak diperkenankan
  • Ketikkan berapa hasil dari pertanyaan pada ruas kode verifikasi :
  • Klik tombol SIMPAN


Tanggapan Tersimpan :

    Belum ada tanggapan tersimpan